Teori dan mimpi
Teori dan mimpi
Kenapa juga masih mikirin dia, kata Iyan. Belum tentu dia mikirin loe, lanjutnya lagi.
Tapi setiap yang aku rasakan atau mimpikan selalu jadi kenyataan, yah….emang ga selalu sama persis sich, tapi kan pasti rada-rada berhubungan gitu deh…! Dalihku dengan cepat.
Emangnya Nabi Yusuf yang bisa ngartiin mimpi-mimpi?? Atau loe belajar ilmu kedukunan kali yaa?? Sampe segitunya sama mimpi-mimpi yang loe barusan cerita.
Aku terdiam, teringat mimpi waktu itu seorang laki-laki tiba-tiba mengajakku berdansa dan mencium keningku. Keesokan harinya aku mengetahui bahwa laki-laki tersebut yang tidak lain adalah teman satu kantorku, yang biasa mengajakku pulang bersama sudah punya tambatan hati dan akan segera melaksanakan lamarannya di kota Bandung.
Lain waktu aku pernah bermimpi, mengenai orang tuaku… my mom was there too.
Di depanku berdiri ibu Dwi bersama salah satu orang tua-nya…. Dan aku berkata Alhamdulillah orang tuaku masih lengkap loh mba, seraya tersenyum. Esok paginya aku mendapatkan berita duka dari ibu Dwi, ketika ayah mertuanya harus dipanggil ke rahmatullah subuh itu. What an accident, don’t you think??
Ketika aku menceritakan hal tersebut ke Iyan, dia cuma bilang
“Loe cuma bikin teori asal tuch…” , kayanya kalo gw lagi mikirin seseorang, ga mungkin tuch dia mikirin gw juga, coba aja sekarang…” tambahnya
Gw tuch lagi kepikiran dia, tau kenapa…!@#$%^&* tapi kayanya dia lagi ga mikirin gw tuch, soalnya ga ada tanda-tanda dia sms atau telp gw untuk acara lebaran haji ini.
Wah ga usah sewot dong non, itu kan teori gw doang…hehehehe….lagian teorinya masih berlaku di gw sampe kemaren gw pergi ke Solo ma temen-temen kantor.
Hm….ga mungkin…tapi…masa iya sich??......gumam Iyan
Iya, bener coba inget ga waktu gw cerita kalo gw mimpiin si Andrie pake baju putih celana putih berdiri di depan kelas sembari ngerokok…padahal kan dia ga pernah dan bukan perokok. Tau kan cerita selanjutnya dia kecelakaan di jalan balik dari luar kota bareng temen-temennya.
Ach…loe tuch….ujung-ujungnya pasti cerita tentang anak itu lagi. Udahlah, loe pernah bilang sendiri ke gw “FORGET and FORGIVE”. Bisa ga sich loe setiap cerita sesuatu tidak diakhiri dengan cerita mengenai Andrie… Andrie ini… Andrie itu…
helaan nafasnya membuatku tersadar.
“Sorry Yan, gw ga maksud gitu….hm… abis gw sebel banget liat dia, tiap gw liat dia berasa lembaran penutup luka gw terbuka dan mulai tergores lagi….”
Udeh gw males liat loe cerita masalah Andrie, ‘bis ntu langsung berkaca-kaca… pa ga cape loe?? Ga ada untungnya, tau ga…!! Ga guna…!! Sambil cemberut dan melengos ketika melihat mukaku yang merah.
Hehehe…tawaku sambil menghapus rembesan air di pipi.
Gemuruh di hatiku kian bergejolak, mengingat mimpi yang terus menerus terjadi bertepatan dengan waktu –aku merasa yakin itu saat-saatnya- Andrie mulai mendekati dan menembak Ziyah jadi pacarnya.
Malam itu sudah cukup gelap, ketika aku sedang asyik bercengkrama dengan Andrie di dalam rumah, seru seperti biasa, berbagai cerita yang kami gulirkan dan sedikit canda dan tawa yang akan membuat cemburu orang-orang sekitar yang mendengar dan melihat kita. Tidak sedikit yang menyatakan bila melihat kami, orang-orang akan mengatakan bahwa kita sangat cocok walau kemesraan kita kadang diselingi saat-saat percekcokan yang terjadi karena hal yang sepele.
Di halaman rumah beberapa teman kami sedang berbincang-bincang dan ada yang sedang bermain catur atau hanya menonton televisi di ruang tengah. Semua terasa indah dan teratur seperti biasa. Atau itu hanya perasaan aku saja. Terlalu indahkah??@#$%^
Beberapa saat kemudian, aku melihat Ziyah melewati ruangan tempat aku dan Andrie…sambil mengangkat rambut ikalnya ke atas dan tersenyum menggoda. Andrie setengah berlari menghampiri Ziyah. Tidak pernah kembali, sampai saat ini.
Itu bagian dari mimpi yang belum bisa aku lupakan, seperti rasa yang ada di dalam dada ini belum bisa melupakan orang yang pernah singgah di hati walau hanya sesaat.
Jika…. Itu salah satu kata yang paling aku suka, Jika Andrie tidak pernah usil bin jahat sama aku pasti aku tidak akan pernah mempunyai rasa seperti ini.
Jika aku bisa membaca pertanda lebih cepat dan tanggap mungkin hari ini aku sudah berbahagia bersama Andrie.
Jika aku sudah mendapat pekerjaan baru lagi di tempat lain, mungkin aku akan lebih mudah melupakan dia…. Akh….. itu hanya jika…
Jadi apa hubungannya mimpi dan teori yang aku kemukakan di atas tadi ya? Mungkin bila seseorang sedang memikirkan orang yang dikasihi atau dicintai, sudah pasti orang yang sedang dipikirkannya itu sedang memikirkannya juga. Teori asal memang, tapi aku senang mengemukakan hal ini kepada orang-orang karena pernah terbukti untuk diriku sendiri.










0 Comments:
Post a Comment
<< Home