DEKAT
DEKAT
hembusan nafasnya di telingaku
membangkitkan gairah
kedua tangannya di bahu dan pipiku
memberikan kehangatan
harum tubuhnya
memenuhi ruang otakku
dekat sangat dekat
degub jantungnya mengelilingiku
mulai menguasai nalarku
inginku…
gairahku….
hasratku....
nafsuku.....
tidak akan melepaskannya
tidak akan meninggalkannya
hanya sesaat
auraku samar terlepas
terluka hingga kian terkoyak
terlempar bak bintang jatuh
limbung…
terkapar dan layu
tanpa mampu membenahi diri
kehilangan yang amat sangat
ternyata ada yg tertinggal.....
tidak tertinggal tapi terlupakan...
menantiku untuk kembali
Dia berada di sekelilingku
menutupi auratku
mengalir dalam darahku
bahkan di setiap nadiku
memenuhi alveolus dadaku
bahkan di setiap cucuran air di seluruh tubuhku
Dia menanti untuk kusadari
Lebih dekat dari kesadaranku
membangunkanku dari kematian fana
begitu juga dengan hidup ini
tidak layak untuk dinikmati sesaat
tersungkur malu-ku karena NYA
tersadarku atas nikmat NYA
sentuhan tangan NYA sehangat mentari pagi
genggaman NYA seluas jagad raya
memberiku janji pasti
menuntunku ke dunia yang lebih abadi...










0 Comments:
Post a Comment
<< Home